BANTEN, katamedia.co.id – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menyambut baik kehadiran Forum Silaturahmi Ummi Muslimah Indonesia (Fahmi Ummi) di Provinsi Banten. Kehadiran organisasi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan perempuan, khususnya dalam peningkatan ketahanan keluarga dan ekonomi perempuan.
Hal tersebut disampaikan Tinawati saat melantik Pengurus Wilayah (PW) Banten Fahmi Ummi di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (5/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Tinawati menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua PW Fahmi Ummi Banten, Encop Sopia, beserta jajaran pengurus yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Saya ucapkan selamat kepada Encop Sopia dan jajaran yang telah dilantik. Semoga amanah ini membawa kebermanfaatan dan kemaslahatan bagi umat,” ujar Tinawati.
Sebagai Ketua TP PKK sekaligus Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjalin kolaborasi dengan Fahmi Ummi. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perempuan, terutama dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Nanti akan kita bahas lebih lanjut setelah Fahmi Ummi terbentuk di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten,” tambahnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Fahmi Ummi yang juga Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo H.R. Muhammad Syafi’i, menjelaskan bahwa Fahmi Ummi merupakan organisasi perempuan yang tidak secara khusus bergerak di bidang dakwah, meskipun berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Organisasi ini hadir sebagai wadah besar untuk pemberdayaan dan pengembangan kapasitas perempuan agar dapat berkontribusi lebih luas di berbagai sektor kehidupan.
“Artinya, aktivitas di bidang ekonomi, politik, hukum, dan lainnya juga merupakan bagian dari aktivitas keagamaan,” jelasnya.
Ia juga mengajak berbagai organisasi perempuan untuk tetap menjalankan perannya masing-masing, sekaligus bergabung dalam Fahmi Ummi sebagai rumah besar yang dapat mengakomodasi berbagai isu yang belum menjadi fokus organisasi perempuan lainnya.
*Hadi*




