Menaker Soroti Penempatan Peserta Magang yang Tak Sesuai Kompetensi

2 Menit Baca

MEDAN – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya perusahaan menempatkan peserta magang sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing. Hal ini bertujuan agar program magang benar-benar menjadi sarana belajar yang efektif dan mampu meningkatkan kompetensi peserta secara optimal.

Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan. Menurutnya, masih ada peserta magang dengan jenjang pendidikan sarjana yang belum mendapatkan tugas sesuai tingkat kemampuan dan keilmuannya.

Yassierli menilai kondisi itu perlu segera diperbaiki. Peserta lulusan S1 seharusnya diberikan tanggung jawab yang lebih mencerminkan kapasitas akademik dan kompetensi yang dimiliki, sehingga pengalaman magang menjadi lebih relevan dan bermanfaat.

Baca Juga :  Santuni Yatim, Ketua RW Di Pondok Aren : Saya Hanya Perantara Mereka

Selain mengingatkan pihak perusahaan, Menaker juga meminta peserta magang memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius. Ia menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar selama masa magang agar peserta memiliki kesiapan kerja yang lebih baik.

Program Magang Nasional 2025 di rumah sakit tersebut diikuti 48 peserta dari batch 2 dan batch 3. Mereka ditempatkan di berbagai unit layanan, terdiri dari 27 perawat, 13 teknisi listrik dan AC, serta 8 resepsionis. Sejumlah peserta juga telah menerima tawaran kerja dari pihak manajemen rumah sakit.

Baca Juga :  Kunjungi Yonif TP 902, Menhan Tekankan Disiplin dan Kepercayaan Rakyat

Yassierli berharap program magang dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus meningkatkan keterampilan, pengalaman, serta daya saing tenaga kerja Indonesia.

*Red*

Bagikan Artikel Ini