Pondok Aren, katamedia.co.id,— Kelurahan Parigi Baru menindaklanjuti arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan dengan memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui pembuatan Teba Sampah Organik dan biopori, Selasa (13/1/2026).
Langkah tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama RT dan RW sebagai upaya konkret menekan volume sampah sejak dari sumbernya, sekaligus membangun kesadaran warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.
Lurah Parigi Baru, Ade Helmi Firmansyah, SE, mengatakan kebijakan penguatan pengelolaan sampah ini merupakan hasil tindak lanjut rapat internal kelurahan yang digelar pekan lalu. Dalam rapat tersebut, seluruh kelurahan diarahkan untuk memiliki Teba Sampah Organik serta mendorong keberadaan bank sampah minimal satu unit di setiap RW.
“Alhamdulillah, di Kelurahan Parigi Baru saat ini sudah ada tujuh bank sampah yang masih aktif. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat lingkungan,” ujar Ade Helmi saat wawancara doorstep.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pihak kelurahan telah menggelar rapat bersama para ketua RW guna mengevaluasi kinerja bank sampah yang sudah berjalan, sekaligus mendorong pembentukan kembali bank sampah baru yang dikoordinatori langsung oleh ketua RW.
Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan bank sampah, sekaligus mempermudah masyarakat untuk terlibat sebagai nasabah.
“Target kami idealnya satu RT, dengan partisipasi minimal 80 persen warga sebagai nasabah bank sampah. Ini tantangan besar, karena kunci utamanya adalah edukasi dan kedisiplinan masyarakat,” katanya.
Selain optimalisasi bank sampah, Kelurahan Parigi Baru juga mulai menggalakkan pembuatan biopori sebagai bagian dari pengolahan sampah organik. Program ini diawali dari lingkungan internal, mulai dari rumah lurah, staf kelurahan, hingga rumah para ketua RT dan RW.
“Kami mulai dari internal dulu. Kalau polanya sudah terbiasa dan disiplin, baru kita dorong ke setiap rumah warga. Insya Allah dampaknya akan signifikan,” jelas Ade Helmi.
Untuk mendukung keberlanjutan program, kelurahan juga menyiapkan strategi pendekatan door to door bersama RT dan RW dalam mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah dari rumah. Menurut Ade Helmi, rendahnya tingkat partisipasi warga masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan bank sampah.
“Yang paling berat itu mengajak masyarakat untuk konsisten memilah sampah dan mau menjadi nasabah. Tapi ini harus terus kita dorong bersama,” tegasnya.
Melalui penguatan Teba Sampah Organik, pemanfaatan biopori, serta optimalisasi bank sampah di tingkat RT dan RW, Kelurahan Parigi Baru menargetkan terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan selaras dengan kebijakan lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
*Hadi*




