Puluhan Tahun Jadi Langganan Banjir, Proyek Pembuatan Long Storage Perumahan Pondok Pucung Indah II Dapat Pengawasan Ketat

6 Menit Baca

Pondok Aren, bidiktangsel.com —
Rencana pembangunan proyek infrastruktur long storage di wilayah RW 06 Kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren, tengah menjadi sorotan publik.

Kekhawatiran yang sering dialami warga komplek PPI II dan merupakan perumahan tertua di wilayah Pondok Aren tersebut, kini perlahan mulai berangsur mendapatkan secercah harapan baru yakni dapat mengendalikan banjir serta menurunkan kedalaman genangan air disaat hujan turun.

Proyek yang bertujuan menanggulangi banjir musiman itu kini diawasi ketat oleh warga bersama para pemangku kepentingan, mulai dari pengurus RW, RT, Satgas Banjir, kontraktor, hingga konsultan teknis dibawah pengawasan dinas SDABMBK Tangsel.

Proyek ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah melalui dana pajak masyarakat, sehingga transparansi dan keterlibatan publik menjadi bagian penting dari proses pelaksanaannya.

Dalam dialog terbuka rencana tehnis yang digelar di Balai Warga di lingkungan RW setempat, Ketua RW 06 mengajak seluruh warga untuk turut mengawasi pelaksanaan proyek.

“Karena ini proyek dari pemerintah, dari pajak kita, yuk kita awasi sama-sama. Kami tidak ingin ada hal yang membahayakan warga, apalagi soal pemakaian material tajam seperti besi potong ataupun kayu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya tanggung jawab pelaksana, tetapi juga tergantung kepedulian warga. Pasalnya, kegiatan tersebut akan menghabiskan anggaran senilai hampir Rp. 3 Miliar rupiah.

Baca Juga :  Shekinah Glory Pastikan Gedung Serbaguna Tak Digunakan untuk Ibadah, Hanya Kepentingan Publik

“Kalau ada pekerja yang kerja asal-asalan, mohon segera disampaikan agar kita dapat saling mengingatkan. Akan kami kita tindak secara bijak.” ucap TB.Rais, Humas sekaligus penanggung jawab lapangan.

Kontraktor CV. Sumur Ranje: “Kami Siap Bekerja Profesional dan Bersinergi dengan Warga”

Perwakilan pelaksana dari CV. Sumur Ranje melalui E catalog selaku kontraktor pelaksana kegiatan pembangunan long storage tahun 2025, mengklaim pihaknya siap menjalankan pembangunan sesuai spesifikasi teknis dan peraturan.

“Kami sudah kontrak, proyek ini akan berlangsung selama 180 hari kerja sejak 19 Juni 2025. Semua pekerjaan akan kami lakukan dengan standar teknis yang telah ditetapkan. Justru kami ingin upayakan untuk kebut pekerjaan ini secepat cepatnya,” ujarnya.

Tb. Rais juga menanggapi kekhawatiran warga terkait dampak lalu lintas dan keamanan jalan lingkungan karena akan menyimpan dan menyusun bahan material dilokasi terdekat.

Dikatakannya, berkaitan dengan pekerjaan yang memicu resiko besar dan berpotensi menghambat pembangunan serta menimbulkan kerugian seluruh pihak, ia akan mengambil langkah tegas agar harapan warga dapat terealisasi.

“Kami pelaksana dan pihak warga sepakat, akan menyediakan jalur bagi kendaraan warga yang ingin melintas. Kalaupun ada kendala, silakan sampaikan ke mandor kami. Kami sangat terbuka untuk komunikasi. Namun ingat, saya adalah orang yang mengecam keras jika dilapangan terjadi aksi intimidasi terhadap pekerja kami, khususnya dari oknum yang memakai atribut dan mengatasnamakan Ormas,” tegasnya

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Pastikan Jatim Gelar Porwanas XIII 2022

Konsultan Proyek: Spesifikasi Long Storage untuk Reduksi 50% Genangan

Perwakilan dari konsultan teknis menjelaskan, long storage yang dibangun bertujuan untuk menampung sementara air hujan agar tidak langsung melimpas ke jalan atau permukiman.

Sebagai super visi Ia menegaskan, sistem dan metode ini tidak akan menyentuh saluran eksisting, karena berada di bidang dan titik kegiatan yang berbeda.

“Ukuran box cover yang digunakan adalah 150×150 cm. Fungsi utamanya menampung air hujan dari permukaan jalan. Estimasi kami, jika berjalan baik, genangan bisa berkurang hingga 50 persen,” jelas konsultan proyek.

Ia juga menyebutkan bahwa proyek ini bersifat fleksibel dan terbuka terhadap usulan teknis dari warga.

“Kalau ada warga yang punya latar belakang teknis seperti dari PU atau perencana, kami sangat terbuka untuk mendapatkan masukan.” ungkapnya

Analisa Dampak Banjir: Pondok Pucung Jadi Korban Lintasan Air

Ketua RW dan tim pengkaji lingkungan yakni tim satgas banjir menjelaskan, bahwa wilayah RW mereka sebenarnya bukan sumber banjir, melainkan menjadi lintasan aliran dari daerah-daerah hulu seperti Villa Bintaro dan Jombang Ciputat.

Baca Juga :  Kantah Tangsel Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik Penyedia Sarana Prasarana Rumah Kelompok Rentan

Dalam kajian tersebut, disebutkan bahwa 45% air berasal dari luar wilayah mereka.

“Banjir yang datang ke wilayah kami bukan berasal dari kami sendiri. Kami sudah mengundang perwakilan RW lain yang menjadi penyumbang air, tapi sayangnya tidak semua hadir,” ungkap salah seorang perwakilan satgas banjir.

Ia juga menyebutkan bahwa pihak Bintaro sebagai daerah hilir memiliki hitungan dampak komersial terhadap lahan yang seharusnya bisa digunakan sebagai pembuangan air, sehingga menambah kompleksitas masalah.

Komitmen Partisipatif dan Keterbukaan

Diskusi warga ini ditutup dengan kesepakatan bahwa pelaksanaan proyek harus tetap menjunjung asas keterbukaan, efisiensi, dan keselamatan. Warga akan membuat tim pemantau informal bersama ketua RW dan pelaksana teknis di lapangan.

“Kami bukan mencari kesalahan, tapi ingin memastikan proyek ini membawa manfaat bagi lingkungan. Kami ingin proyek ini menjadi solusi, bukan menambah masalah,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Proyek long storage di Pondok Pucung menjadi contoh nyata pentingnya partisipasi publik dalam proyek infrastruktur.

Dengan komunikasi yang terbuka antara warga, kontraktor, dan konsultan, diharapkan proyek ini tak hanya selesai tepat waktu, tapi juga efektif mengurangi risiko banjir. (***)

Bagikan Artikel Ini