Kota Serang, katamedia.co.id – Provinsi Banten telah ditunjuk sebagai tuan rumah peluncuran Gerakan Lansia Berdaya, sebuah inisiatif nasional yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lanjut usia.
Acara ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan Februari 2025.
Penunjukan ini diumumkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Banten, A. Damenta, dalam pertemuannya dengan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Budi Setiyono, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (20/1/2025) malam.
A. Damenta menegaskan kesiapan Pemprov Banten untuk menjadi tuan rumah acara tersebut.
Koordinasi baik internal maupun eksternal telah dilakukan demi memastikan kelancaran, termasuk menyambut kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami siap mendukung penuh program ini, termasuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk menyukseskan peluncuran Gerakan Lansia Berdaya,” ujar A. Damenta.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Banten telah menjadi lokasi kunjungan berbagai pejabat pemerintah pusat.
Di antaranya adalah Kemenko Pangan, istri para Menteri Kabinet Merah Putih yang tergabung dalam Komunitas Seruni Merah Putih, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
“Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar dan sukses. Hal ini menjadi bukti bahwa Banten siap menjadi tuan rumah event nasional,” tambahnya.
Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 5.000 lansia dari berbagai kalangan, seperti petani, nelayan, hingga lansia penyandang disabilitas.
A. Damenta berharap kegiatan ini mampu memotivasi para lansia untuk terus aktif dan produktif di masyarakat.
“Kami mendukung penuh pemberdayaan lansia agar mereka tetap bisa berkontribusi bagi bangsa,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sesmen BKKBN Budi Setiyono menjelaskan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan aging population atau meningkatnya jumlah penduduk lansia.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti penurunan produktivitas masyarakat hingga berkurangnya jumlah angkatan kerja.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan program Quick Wins melalui Kemendukbangga.
Program ini mencakup penerbitan Kartu Lansia yang dapat digunakan untuk akses pendidikan, wisata, kesehatan, hingga transportasi umum.
“Kami belajar dari Jepang dan Korea Selatan, di mana kasus kematian lansia akibat kesepian cukup tinggi. Pemerintah Indonesia berkomitmen mencegah hal tersebut dengan menghadirkan solusi nyata,” ujar Budi.
Dengan semangat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, peluncuran Gerakan Lansia Berdaya diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya memberdayakan lansia di Indonesia. (***)



