UMKM Pande Besi Banyumas ke Produsen Alat Kesehatan di Sukabumi 

5 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Sejalan dengan cita-cita Astra “Sejahtera Bersama Bangsa“, Astra berupaya menjalankan kontribusi sosial, baik di pilar pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pendidikan.

Salah satu pilar kewirausahaan yang dijalankan Astra, yaitu pembinaan UMKM yang dilakukan melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). 

Berbagai program pembinaan dilakukan Astra melalui YDBA, salah satunya yaitu fasilitasi pemasaran. Fasilitasi pemasaran dilakukan YDBA dengan mengikutsertakan UMKM dalam pameran maupun link and match untuk mendukung UMKM memperluas pasarnya, termasuk melalui kegiatan #AsikBersamaUMKM. 

#AsikBersamaUMKM merupakan salah satu kegiatan YDBA yang dikemas berupa kunjungan ke UMKM yang bertujuan untuk memperkenalkan UMKM kepada stakeholders sekaligus mengajak stakeholders tersebut untuk berkolaborasi baik sebagai Ayah Angkat maupun Offtaker.

Ayah Angkat merupakan program YDBA yang melibatkan perusahaan untuk turut terlibat dalam membina UMKM dan memberi kesempatan UMKM tersebut untuk memasok produknya ke perusahaan sesuai standar QCD (quality, cost, delivery) yang ditentukan oleh Ayah Angkat.

Sedangkan Offtaker adalah perusahaan yang memberi kesempatan kepada UMKM untuk memasok produknya sesuai dengan standar QCD yang telah ditetapkan perusahaan. 

Baca Juga :  Liburan Sekolah? Staycation di Mercure Serpong Alam Sutera Saja!

Pada 26 – 27 Juli 2023, Astra melalui YDBA menghadirkan produsen alat kesehatan di Sukabumi, yaitu PT Sarandi Karya Nugraha (PT SKN) dalam #AsikBersamaUMKM di Banyumas.

Dalam kegiatan tersebut YDBA mengajak PT SKN untuk melihat langsung proses produksi dan produk akhir yang dibuat oleh 3 UMKM pande besi binaan YDBA di Desa Pasir Wetan, Banyumas, antara lain UMKM tersebut, antara lain UMKM Mukti Tempa, Wahyu Tempa dan Cendana Putra. Ketiga UMKM tersebut merupakan UMKM pilot binaan YDBA yang dibina sejak tahun 2020. Ketiganya tergabung dalam komunitas Pande Besi, yaitu Gayeng Ruyeng. 

Mukti Tempa merupakan UMKM binaan YDBA sejak tahun 2020, saat YDBA mendirikan cabang atau dikenal Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Banyumas. UMKM pende besi ini merupakan UMKM yang aktif dalam menjalankan pembinaan YDBA.

Selain telah mengikuti berbagai program pelatihan manajemen maupun teknis, Mukti Tempa juga telah mengikuti berbagai pendampingan yang dilakukan YDBA, seperti Manajemen 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Pembukuan Sederhana dan Pembuatan SOP (Standar Operasional Prosedur).

Baca Juga :  Titipku Targetkan Model Bisnis B2B2C Cakup 10.000 Pedagang Pasar di 2023

Berkat komitmen dan konsistenannya dalam menerapkan ilmu dalam usahanya, pada tahun 2023 Mukti Tempa berhasil meraih juara kompetisi 5R yang diselenggarakan YDBA. Mukti Tempa juga menjadi lokasi percobaan pembuatan egrek (alat panen sawit) kolaborasi YDBA, PT Astra Agro Lestari Tbk dan PT Astra Otoparts Tbk.

Wahyu Tempa merupakan UMKM pande besi binaaan YDBA yang fokus dalam pembuatan alat pertanian dan berbagai jenis pisau. Sama halnya dengan Mukti Tempa, UMKM pande besi ini bergabung bersama YDBA sejak tahun 2020.

Wahyu Tempa sendiri merupakan UMKM yang dipercaya sebagai PIC (person in charge) produsen pisau set. Pisau set sendiri merupakan produk yang dikembangkan Komunitas Gayeng Ruyeng bersama YDBA. Pisau set ini diharapkan dapat menjadi produk unggulan yang dapat dipasok ke berbagai customer, khususnya perhotelan maupun restoran. 

Putra Cendana merupakan UMKM pande besi binaan YDBA yang fokus dalam pembuatan alat pertanian, seperti cangkul banyumasan, pancong, cangkul, slondom dan lainnya.

Baca Juga :  Dekopinda Tangsel 2025–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Koperasi Modern dan Mandiri

UMKM pilot yang bergabung dengan YDBA pada tahun 2020 ini merupakan Ketua Komunitas Gayeng Ruyeng yang aktif dalam menjalankan pembinaan UMKM YDBA. Beberapa program yang telah diikuti, antara lain Pelatihan Mentalitas Dasar, Pelatihan dan Pendampingan Manajemen 5R serta Pembukuan Sederhana, Pelatihan Pengetahuan Bahan dan Teknik Tempa, Pelatihan Teknik Pengukuran serta Gambar Teknik, Pelatihan Cost Calculation, Pelatihan Proses Penempaan dan lainnya. 

Hadir dalam kegiatan #AsikBersamaUMKM ini, Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala; Sekretaris Pengurus YDBA, Ema Poedjiwati Prasetio dan Pemilik PT Sarandi Karya Nugraha, Isep Gojali. 

Dalam kegiatan ini Sigit menyampaikan, bahwa UMKM Pande Besi di Pasir Wetan cukup komitmen dalam menjalankan pembinaan. Mereka antusias dalam mengembangan produk, khususnya pisau yang memiliki potensi untuk dipasok ke berbagai pasar, seperti sektor horeka (hotel, restoran dan kafe). Sigit berharap kegiatan mempertemukan UMKM dengan PT SKN ini tidak hanya menambah semangat UMKM dalam menghasilkan produk sesuai standar QCD, tetapi juga bisa memperluas UMKM dalam memasarkan produknya. (Red)

Bagikan Artikel Ini