MTQ XVII Tangsel Dibuka Wagub Banten, Cabang Ekshibisi Ramah Disabilitas Jadi Sorotan

4 Menit Baca

TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII Tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berlangsung semarak. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya cabang ekshibisi tartil Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas rungu wicara.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, pada Jumat (6/11/2026) malam. Dalam sambutannya, Dimyati menegaskan bahwa MTQ tidak semestinya hanya dipandang sebagai kompetisi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ harus mampu mendorong masyarakat untuk membiasakan diri membaca, memahami, sekaligus menerapkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.

Baca Juga :  Leony Soroti Anggaran Konsumsi Rapat Rp60 Miliar, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Beri Penjelasan

Dimyati menilai, anak-anak perlu terus didorong agar memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an sehingga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik serta menjadikan ajaran agama sebagai pedoman hidup.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Banten memberikan apresiasi terhadap inovasi panitia MTQ XVII Tangsel yang menghadirkan perlombaan tartil Al-Qur’an isyarat bagi penyandang disabilitas rungu wicara.

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan bahwa kegiatan syiar Islam harus terbuka dan dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan keterbatasan fisik.

Ia berharap kehadiran kategori tersebut dapat menjadi contoh penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang lebih inklusif, sekaligus memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an.

Selain menyoroti pelaksanaan MTQ, Dimyati juga mengapresiasi perkembangan pembangunan Kota Tangerang Selatan sejak berdiri sebagai daerah hasil pemekaran Kabupaten Tangerang.

Ia menilai, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah, Tangsel masih memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga :  Komite Sekolah SMAN 10 Tangsel Gandeng KADIN, Siswa Dibekali Pilihan Kuliah hingga Dunia Kerja

Ia berharap pengelolaan anggaran tersebut tetap diarahkan pada program-program yang memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta atau kafilah yang berasal dari tujuh kecamatan di wilayahnya.

Ia mengingatkan agar seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh, menunjukkan kemampuan terbaik, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Benyamin menegaskan, MTQ merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kehidupan religius masyarakat dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Tangsel berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan berintegritas.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel dan KPK Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas, Perkuat Budaya Antikorupsi

Pada penyelenggaraan tahun ini, MTQ XVII Kota Tangsel diikuti sebanyak 462 kafilah. Terdapat 11 cabang perlombaan yang digelar di sejumlah lokasi, dengan kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan menjadi lokasi utama kegiatan.

Adapun cabang yang dipertandingkan mencakup seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan, tafsir, fahm, syarh, seni kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), hafalan hadis, qiraatul kutub, serta cabang ekshibisi.

Khusus kategori ekshibisi, panitia menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari tilawah yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan instansi vertikal, tartil Al-Qur’an isyarat bagi penyandang disabilitas, hingga festival seni Islami.

Kehadiran kategori tersebut menjadi salah satu upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan sekaligus menegaskan bahwa syiar Islam dapat dirasakan dan diikuti oleh semua kalangan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini