Uniba Sambut 4.966 Mahasiswa Baru, Andra Soni Dorong Generasi Muda Miliki Growth Mindset

4 Menit Baca

SERANG, katamedia.co.id – Universitas Bina Bangsa (Uniba) menyambut 4.966 mahasiswa baru melalui kegiatan Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang digelar di Uniba Convention Center (UCC), Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperoleh pembekalan mengenai kehidupan akademik, pengembangan diri, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Gubernur Banten Andra Soni yang membuka kegiatan tersebut memberikan motivasi kepada ribuan mahasiswa baru. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk keluar dari keterbatasan ekonomi.

Andra mendorong mahasiswa Banten agar memiliki pola pikir berkembang atau growth mindset. Menurutnya, mahasiswa perlu terbuka terhadap perubahan, tidak mudah menyerah, serta mampu menjadikan berbagai tantangan sebagai bagian dari proses untuk berkembang.

“Saya ingin mahasiswa Banten menjadi generasi yang tidak mudah menyerah, tidak cepat merasa puas, terbuka terhadap perubahan, dan selalu melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh,” kata Andra Soni.

Baca Juga :  Dimyati Cup 2026, Wagub Banten Bidik Lahirnya Atlet Catur Kelas Dunia

Ia juga menyoroti pentingnya kesempatan memperoleh pendidikan tinggi, khususnya bagi masyarakat yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Andra mengungkapkan pengalaman pribadinya ketika harus menunda kuliah setelah menyelesaikan pendidikan SMA sekitar 1995. Saat itu, kondisi ekonomi keluarga membuat dirinya belum dapat langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kala itu, seusai lulus SMA sekitar tahun 1995, saya tidak bisa langsung kuliah. Sementara teman-teman lainnya, karena orang tuanya mampu, mereka bisa melanjutkan kuliah di kampus-kampus ternama,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan keinginannya melanjutkan pendidikan, Andra kemudian bekerja sambil menyisihkan sebagian penghasilan untuk biaya kuliah. Setahun kemudian, ia menggunakan tabungan dari gajinya untuk mendaftar di perguruan tinggi yang biaya pendidikannya dapat dijangkau dan dicicil.

“Pokoknya yang penting bisa kuliah. Namun, karena kondisi politik saat itu sedang bergejolak, akhirnya kuliah saya tertunda dan hanya bisa sampai D-4,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Gelar Peringatan Nuzulul Quran, Benyamin Tekankan Nilai Religius dalam Kehidupan Kota

Keinginan untuk melanjutkan pendidikan tidak berhenti di sana. Setelah perjalanan panjang, Andra berhasil menyelesaikan pendidikan S-1 pada 2019 dan kemudian meraih gelar magister atau S-2 pada 2023. Saat ini, ia juga masih menjalani pendidikan doktoral atau S-3.

“Semua itu terwujud karena motivasi kuat saya untuk keluar dari kemiskinan,” tegasnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Andra mendorong agar akses pendidikan tinggi di Banten semakin mudah dijangkau masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran Uniba yang dinilai telah memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak di Banten.

Selain pendidikan formal, Andra meminta perguruan tinggi ikut membentuk kemampuan nonteknis mahasiswa. Sejumlah keterampilan yang dinilai penting antara lain berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja yang terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Andra juga mengingatkan mahasiswa agar menerapkan prinsip lifelong learning atau belajar sepanjang hayat. Proses belajar, kata dia, tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi dapat diperoleh melalui berbagai pengalaman dan interaksi.

Baca Juga :  <em>Bupati Serang Dorong Optimalisasi PTSL</em>, Sudah <em>Tercapai 18.818 Sertifikat</em>

“Adik-adik mahasiswa harus memahami prinsip lifelong learning (belajar sepanjang hayat). Di mana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berinteraksi, selalu ada sesuatu yang dapat kita pelajari,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PKKMB Uniba Hadi Kurniawanto mengatakan kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari dan diikuti 4.966 calon mahasiswa baru.

PKKMB disiapkan sebagai tahapan awal untuk membantu mahasiswa memahami lingkungan perguruan tinggi serta beradaptasi dengan sistem pendidikan dan kehidupan akademik di kampus.

Tahun ini, PKKMB Uniba mengangkat tema “Menguatkan Budaya Akademik dan Nasionalisme dalam Akselerasi Inovasi Berdampak bagi Pembangunan Bangsa.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Muhammad Najib, Dewan Pembina Yayasan Uniba Furtasan Ali Yusuf, Ketua Yayasan Uniba Sakti Handayani, Rektor Uniba Bambang Dwi Suseno, serta jajaran sivitas akademika Uniba.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini