Pramono Anung Lepas Kafilah DKI ke MTQ Nasional, Target Juara Satu

3 Menit Baca

JAKARTA, katamedia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melepas Kafilah DKI Jakarta yang akan berlaga dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pelepasan kafilah tersebut berlangsung di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/9/2026). Dalam kesempatan itu, Pramono berharap kontingen DKI Jakarta mampu meraih posisi terbaik dan membawa pulang gelar juara pertama.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 digelar di Kota Semarang pada 11–20 September 2026. Adapun perlombaan berlangsung mulai 13 hingga 19 September 2026.

Target juara satu bukan tanpa alasan. Dalam empat penyelenggaraan MTQ nasional sebelumnya, DKI Jakarta secara berturut-turut menempati posisi runner-up. Pramono berharap catatan tersebut dapat diakhiri dengan keberhasilan meraih juara pertama pada tahun ini.

Baca Juga :  Sidang Tahunan MPR RI 2026, Presiden Prabowo Paparkan Capaian Pemerintah

“Sebagai Gubernur Jakarta, saya berharap dan mendoakan Jakarta akan berprestasi untuk MTQ kali ini. Secara berturut-turut empat kali Jakarta selalu menjadi juara dua. Mudah-mudahan kali ini rekornya pecah, dan pecahnya insyaallah menjadi juara satu sehingga memberikan kebanggaan bagi masyarakat,” ujar Pramono.

Kafilah DKI Jakarta yang diberangkatkan berjumlah 100 orang. Komposisinya terdiri atas 56 peserta, tiga pendamping peserta, 13 pelatih pendamping, dan 28 ofisial.

Para peserta sebelumnya telah menjalani pembinaan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional. Pramono mengapresiasi proses tersebut dan meminta seluruh anggota kafilah menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti rangkaian MTQ.

Selain mengejar prestasi, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dan nama baik Jakarta. Para peserta diharapkan mampu menunjukkan sikap yang baik selama berada di Kota Semarang.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemprov Banten Dorong Tumbuhnya Sentra Produksi Pangan

Pramono juga mengaitkan target juara tersebut dengan momentum Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Ia berharap prestasi di MTQ Nasional dapat menjadi salah satu kado bagi masyarakat Jakarta menjelang peringatan tersebut.

“Saya berharap dengan penuh harapan, Saudara-saudara sekalian insyaallah bisa juara satu dan memberikan kado bagi Jakarta yang akan menyambut 500 tahun Jakarta,” katanya.

Menurut Pramono, MTQ memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi. Ajang tersebut menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus momentum untuk mendorong masyarakat semakin dekat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Baca Juga :  Gubernur DKI dan Gubernur Banten Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Serap Tenaga Kerja Lokal

“MTQ bagi kita semua bukan hanya sekadar lomba untuk membaca Al-Qur’an, tetapi ini kan syiar agama. Sehingga dengan demikian, kami berharap pelaksanaan MTQ ini berjalan dengan baik dan juga membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh kafilah agar menjaga perilaku selama menjalankan tugas di tingkat nasional. Sebab, selain bertanding, para peserta juga membawa identitas dan nama besar DKI Jakarta.

“Selain harapan saya bisa menjadi juara satu, Saudara-saudara juga membawa nama Jakarta. Untuk itu, perilaku, tindak-tanduk, dan sebagainya harap dijaga bersama-sama. Saya sungguh berharap Saudara-saudara sekalian pulang dengan memberikan kebanggaan bagi Jakarta,” pungkasnya.

*Pemprov DKI Jakarta*

Bagikan Artikel Ini