Erupsi Anak Krakatau, Pemkot Tangsel Ingatkan Warga Waspadai Gangguan Pernapasan

5 Menit Baca

TANGSEL, katamedia.co.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan yang dapat muncul akibat potensi paparan abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi dari sumber resmi pemerintah agar tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

“Saya memahami bahwa kabar mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tentu menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi kita semua. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada. Kita ikuti perkembangan dan informasi hanya dari sumber resmi pemerintah,” ujar Benyamin dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Benyamin juga mengingatkan warga agar tidak ikut menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum dipastikan kebenarannya. Selain menjaga ketenangan, masyarakat diminta melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika kondisi udara mulai berdebu atau terdapat abu vulkanik. Perlindungan terhadap mata juga perlu diperhatikan, disertai dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Baca Juga :  Paskibraka Tangsel 2026 Dikukuhkan Wali Kota, 50 Pelajar Siap Bertugas

“Saya mengajak kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Lindungi juga mata dari paparan abu vulkanik, kemudian juga banyak minum air putih,” jelasnya.

Benyamin menilai kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat selama kondisi tersebut berlangsung.“ Mari kita tetap tenang, saling mengingatkan, dan bersama-sama menjaga keselamatan diri, keluarga, serta lingkungan,” kata Benyamin.

Dinkes Tangsel Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendakin Mahdaniar mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri apabila terjadi penyebaran abu vulkanik.

Menurutnya, abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan apabila masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata dan kulit. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker berkualitas baik ketika berada di lingkungan yang terdampak.

“Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia,” ujar Allin.

Baca Juga :  Bupati Serang Ajak Warga Saling Mengingatkan Bahaya Narkoba

Selain penggunaan masker, masyarakat juga dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat abu vulkanik sedang menyebar. Kacamata pelindung dapat digunakan untuk mengurangi risiko abu masuk ke mata.

Bagi masyarakat yang berkendara, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena keberadaan abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu keselamatan di jalan.

“Kalau yang berkendara, harus hati-hati karena abu vulkanik ini dapat mengurangi jarak pandang saat berkendara,” kata Allin.

Jika kondisi lingkungan dipenuhi abu vulkanik, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam ruangan dan meminimalkan paparan langsung. Apabila abu mengenai mata atau hidung, warga dapat segera membersihkannya dengan menggunakan air bersih.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan lingkungan dengan membersihkan abu yang menempel di atap rumah, halaman, serta saluran air secara berkala. Pembakaran sampah maupun bahan lain juga sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kualitas udara.

Baca Juga :  Warga Sambut Baik Pembangunan Turap Sisi Kali Ciputat oleh Pemkot Tangsel

“Jangan lupa juga untuk membersihkan abu yang menempel pada atap, halaman, dan saluran air secara berkala. Untuk kondisi sekarang, jangan membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara kita,” tegasnya.

Kenali Gejala Akibat Paparan Abu

Dinas Kesehatan Tangsel turut meminta masyarakat mengenali gejala kesehatan yang mungkin muncul setelah terpapar abu vulkanik. Keluhan yang perlu diperhatikan antara lain batuk, sesak napas, gangguan pernapasan, serta iritasi mata yang ditandai dengan mata merah, perih, atau berair.

Paparan abu juga dapat menyebabkan gangguan pada kulit, seperti rasa gatal dan kemerahan. Jika mengalami keluhan tersebut, masyarakat diminta segera menjauh dari sumber paparan dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Warga dapat mendatangi UPTD Puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.

Pemkot Tangsel kembali mengajak masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan, serta memastikan setiap informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau diperoleh dari kanal resmi pemerintah dan instansi terkait.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini