CILEGON, katamedia.co.id – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) sebagai fondasi pembinaan atlet masa depan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Penegasan tersebut disampaikan saat menutup pertandingan cabang olahraga catur Popda XII Banten di Aula DPRD Kota Cilegon, Senin (15/6/2026).
Menurut Dimyati, Popda bukan sekadar ajang kompetisi antar pelajar, melainkan bagian penting dari proses regenerasi atlet yang akan menjadi penerus atlet-atlet Banten di masa mendatang. Terlebih, Provinsi Banten bersama Lampung akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON 2032 sehingga persiapan atlet harus dilakukan sejak dini.
“Popda ini menjadi sarana untuk mempersiapkan pelajar-pelajar yang nantinya menjadi estafet atlet-atlet Banten di masa depan,” kata Dimyati.
Ia menilai pembinaan atlet harus dimulai sejak usia pelajar agar tumbuh kecintaan terhadap olahraga sekaligus motivasi untuk meraih prestasi. Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin besar pula peluang menemukan bibit-bibit atlet potensial dari berbagai cabang olahraga.
Untuk itu, Dimyati meminta pemerintah kabupaten dan kota memperbanyak festival olahraga maupun berbagai kejuaraan olahraga. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Saya minta pemerintah kabupaten dan kota mulai memperbanyak festival olahraga dan pertandingan-pertandingan olahraga. Berikan dukungan kepada organisasi dan persatuan olahraga agar mereka tumbuh dan terus melakukan pembinaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dimyati menekankan bahwa pembinaan atlet tidak boleh hanya terfokus pada cabang olahraga tertentu. Seluruh cabang olahraga harus mendapat perhatian yang sama agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi prestasi bagi Provinsi Banten.
“Semua cabang olahraga harus tumbuh, tidak hanya catur. Kita ingin seluruh cabang olahraga berkembang dan mampu memberikan prestasi bagi Banten,” katanya.
Wagub Dimyati juga menargetkan Banten dapat tampil kompetitif saat menjadi tuan rumah PON 2032. Menurutnya, status sebagai tuan rumah harus diiringi dengan capaian prestasi yang membanggakan sehingga pembinaan atlet perlu dilakukan secara maksimal mulai sekarang.
“Jangan sampai nanti kita menjadi tuan rumah tetapi peringkatnya berada di bawah sepuluh besar. Itu tentu tidak sesuai harapan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan sejak sekarang agar Banten mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik pada PON 2032,” tegasnya.
Pada cabang olahraga catur Popda XII Banten, Kota Tangerang berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan lima medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Kabupaten Tangerang menempati posisi kedua setelah meraih dua medali emas, empat medali perak, dan tiga medali perunggu. Sementara itu, Kota Tangerang Selatan berada di posisi ketiga dengan raihan dua medali emas, dua medali perak, dan empat medali perunggu.
Melalui Popda XII Banten, Pemerintah Provinsi Banten berharap lahir lebih banyak atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi kekuatan utama Banten dalam menghadapi PON 2032.
*Hadi*




