KONI Banten Satukan Dua Balon Ketua Umum, Musorkot Tangsel Dipastikan Berjalan Damai

3 Menit Baca

Tangerang Selatan, katamedia.co.id -Upaya meredakan ketegangan jelang Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) IV KONI Kota Tangsel akhirnya membuahkan hasil. KONI Provinsi Banten memfasilitasi pertemuan dua bakal calon ketua umum yang sempat berada dalam suasana kompetisi panas, yakni Letkol Purn TNI Hamka Handaru dan Mahludin, di kawasan BSD, Jumat (5/12/2025).

Dalam forum mediasi yang turut dihadiri jajaran pimpinan KONI Banten, keduanya berjabat tangan dan menyampaikan komitmen menjaga suasana kondusif. Pertemuan ini menjadi momen penting meredupkan tensi antarpendukung.

Hamka, yang maju kembali sebagai calon ketua umum untuk periode 2025–2029, menyebut pertemuan ini sebagai titik balik untuk memastikan Musorkot berjalan damai.

Baca Juga :  KONI Tangsel dan Disdikbud Gelar Festival Renang Antar Pelajar di Damai Indah Golf BSD

“Terima kasih kepada KONI Banten. Atmosfernya lebih terbuka dan semua pihak bisa menyampaikan pandangannya secara langsung,” ujar Hamka.

Penundaan Musorkot Bukan Manuver Politik

Hamka menegaskan penundaan Musorkot dari 5–6 Desember bukan bagian dari strategi politik, melainkan penyesuaian demi memastikan kehadiran unsur pembina—Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Ini murni soal etika organisasi. Kehadiran pimpinan daerah itu penting sebagai penghormatan. Bukan agenda politik,” tegasnya.

Ia menilai kehadiran kepala daerah akan menegaskan posisi KONI Tangsel sebagai organisasi yang menjaga marwah serta nilai-nilai profesionalitas.

Panitia Tegaskan Etika Organisasi Diutamakan

Baca Juga :  KADIN Tangsel Tegaskan Dukungan Penuh untuk Sukseskan Porprov Banten VII 2026

Panitia pelaksana Musorkot IV memastikan forum akan digelar pada 10–11 Desember 2025 di Hotel Arosa, Jakarta Selatan. Ketua OC, Dr Karyadi, menegaskan penundaan dilakukan karena Musorkot adalah hajat besar yang selayaknya dibuka oleh pimpinan tertinggi kota.

“Banyak pihak kecewa, tetapi keputusan ini untuk menjaga martabat KONI Tangsel. Kami ingin forum tertinggi ini berlangsung dalam standar yang benar,” ujarnya.

Karyadi mengakui penundaan memunculkan konsekuensi teknis dan administrasi, mulai dari perizinan ulang, koordinasi dengan hotel, hingga konfirmasi cabor. Namun semuanya ditangani panitia.

“Penyelenggaraan Musorkot itu kompleks. Tapi kami pastikan semua berjalan sesuai aturan dan menjaga kredibilitas forum,” tegasnya.

Baca Juga :  KONI Tangsel Sambangi PWI Tangsel Jalin Kemitraan Jelang Porprov 2026

Agenda Musorkot dan Harapan Besar untuk Masa Depan

Rangkaian Musorkot IV terdiri dari pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban, sesi pandangan umum, pembahasan komisi, penyampaian visi–misi calon, hingga pemilihan ketua umum. Hari kedua ditutup dengan sambutan ketua terpilih dan penutupan oleh Wali Kota Benyamin Davnie.

Panitia berharap momen rekonsiliasi dua bakal calon ini menjadi dasar kuat pelaksanaan Musorkot yang damai, objektif, dan berorientasi pada masa depan olahraga Tangsel.

“Kami mohon maaf atas penundaan. Mari bersama-sama menjaga forum ini tetap bermartabat dan melahirkan pemimpin olahraga yang kredibel dan visioner,” pungkas Karyadi.(Hadi)

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini