Serang, katamedia.co.id – Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni mengajak anak-anak di Provinsi Banten untuk mulai membangun budaya membaca dan memperkuat literasi sejak usia dini melalui kegiatan mendongeng dan tradisi bertutur.
Ajakan tersebut disampaikan Tinawati saat membuka semifinal Festival Storytelling “Suara Nusantara 2026” di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Tinawati, kegiatan storytelling tidak hanya menjadi sarana hiburan dan kreativitas anak, tetapi juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan minat baca sekaligus melestarikan cerita rakyat daerah yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
“Ini adalah upaya kita bersama untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mewariskan cerita rakyat, khususnya di Provinsi Banten yang memiliki begitu banyak kekayaan cerita daerah,” ujarnya.
Ia mengatakan, tradisi mendongeng menjadi salah satu metode efektif dalam menanamkan kebiasaan membaca kepada anak-anak sejak dini. Melalui kegiatan bertutur, anak-anak dapat belajar berkomunikasi, meningkatkan imajinasi, membangun rasa percaya diri, hingga memahami nilai moral yang terkandung dalam setiap cerita rakyat.
Tinawati juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas literasi, sekolah, guru, orang tua hingga masyarakat luas agar budaya membaca semakin tumbuh di tengah generasi muda.
Selain itu, ia mengajak anak-anak untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan positif yang mampu menambah wawasan, memperluas pengetahuan, dan membangun karakter melalui literasi.
Sementara itu, Managing Director Suara Nusantara Fest, Cahaya Manthovani menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta dari Provinsi Banten yang dinilai semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, kemampuan peserta dalam menyampaikan cerita rakyat terlihat lebih ekspresif, kreatif, dan penuh penghayatan. Ia berharap Festival Suara Nusantara dapat terus berkembang dan menjangkau berbagai daerah di Indonesia sebelum nantinya digelar pada tingkat nasional khusus untuk cerita rakyat Nusantara.
“Kita ingin kegiatan ini berjalan dari daerah ke daerah terlebih dahulu, kemudian nantinya bisa dinasionalkan khusus untuk cerita-cerita rakyat,” katanya.
*Hadi*




