Raksasa Baja Asal Tiongkok Lirik Banten, Krakatau Steel Siapkan Lahan 2.000 Hektare

3 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co id – Provinsi Banten kembali menarik perhatian investor global. Kali ini, raksasa industri baja asal Tiongkok dari Provinsi Hebei menunjukkan minat besar untuk berinvestasi di sektor industri baja nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat industrialisasi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Cilegon sebagai pusat industri baja nasional.

Momentum kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Presiden Direktur Krakatau Steel, Muhammad Akbar Djohan, dengan Chairman Hebei International Trade Group Zhang Yougui di Gedung Krakatau Steel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026). Penandatanganan tersebut turut disaksikan Gubernur Banten, Andra Soni.

Delegasi investor dipimpin langsung Wakil Gubernur Eksekutif Propinsi Hebei Zhao Chenxin bersama Chairman Hebei International Trade Group, Zhang Yougui serta sejumlah pelaku industri baja dari Tiongkok. Kehadiran mereka dinilai menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap potensi industri di Banten.

Baca Juga :  Polsek Seltim tingkatkan patroli malam atensi arus Balik Lebaran Tahun 2026

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan optimismenya bahwa masuknya investor baja raksasa asal Tiongkok akan memberikan dampak positif terhadap penguatan industri nasional. Menurutnya, Banten memiliki keunggulan strategis karena didukung keberadaan Krakatau Steel sebagai industri hulu nasional serta infrastruktur pelabuhan internasional di Cilegon yang memiliki kedalaman alami hingga 21 meter.

Kondisi tersebut, kata Andra, menjadi daya tarik besar bagi investor global untuk mengembangkan industri baja terintegrasi di wilayah Banten. Selain memiliki infrastruktur industri yang matang, kawasan tersebut dinilai sangat potensial dalam mendukung hilirisasi industri serta distribusi logistik berskala besar.

Baca Juga :  Muslimat NU Genap 80 Tahun, Wagub Banten Hadiri Puncak Acara Bersama Ribuan Jemaah di Banten

“Ini menjadi momentum penting bagi industrialisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Andra Soni.

Sementara itu, Presiden Direktur Krakatau Steel Muhammad Akbar Djohan mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 2.000 hektare di kawasan ekonomi khusus guna menyambut masuknya investasi baru di sektor industri baja. Menurutnya, kesiapan lahan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang memperkuat industri baja nasional.

Ia berharap kerja sama dengan investor asal Tiongkok mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja jadi. Ke depan, industri baja dari Tiongkok diharapkan membangun fasilitas produksi langsung di Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku yang dihasilkan Krakatau Steel.

Baca Juga :  Penyesuaian Harga BBM, Ini Penjelasan Pertamina

“Kami ingin industri baja dibangun di Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” katanya.

Di sisi lain, Zhao Chenxin menjelaskan bahwa Provinsi Hebei merupakan salah satu pusat industri baja terbesar di Tiongkok yang kini berkembang dengan dukungan teknologi modern dan berorientasi ramah lingkungan. Ia menilai Indonesia memiliki prospek besar untuk pengembangan industri baja jangka panjang.

Selain mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, investasi tersebut diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

“Kerja sama hari ini kami harapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih besar di masa depan,” ujar Zhao Chenxin.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini