Perpustakaan Banten Siap Bertransformasi Berbasis Teknologi

4 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekosistem literasi di Provinsi Banten. Seiring perkembangan era digital, perpustakaan dituntut tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Hal itu disampaikan Bunda Literasi Provinsi Banten Tinawati Andra Soni usai mengikuti Library Tour pada kegiatan Capacity Building Pustakawan se-Banten Tahun 2026, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut mengunjungi Perpustakaan Bank Indonesia, Perpustakaan Kolese Kanisius, serta Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pustakawan di Provinsi Banten.

“Alhamdulillah, hari ini kami (Pustakawan se-Banten) mengikuti capacity building bersama Perpustakaan Bank Indonesia,” ujar Tinawati.

Menurutnya, peningkatan budaya literasi harus dimulai dari para pustakawan yang memiliki peran penting dalam menggerakkan minat baca masyarakat sekaligus menghadirkan layanan perpustakaan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga :  Wapres Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka 2026 dari 38 Provinsi, Ini Daftar Lengkapnya

“Bahwa literasi budaya membaca dibangun mulai dari pustakawan,” tambahnya.

Tinawati mengatakan, kunjungan ke Perpustakaan Bank Indonesia menjadi ruang berbagi pengalaman dan bertukar gagasan mengenai pengelolaan perpustakaan yang inovatif. Dalam era transformasi digital, menurutnya, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

“Kita harus bersama-sama membangun dengan teknologi yang semakin berkembang dan maju. Salah satunya artificial intelligence (AI). Teknologi kalau dipergunakan dengan sebaik-baiknya, manfaatnya akan luar biasa,” tambahnya.

Ia menuturkan, berbagai pengalaman yang diperoleh selama library tour memberikan banyak inspirasi untuk pengembangan perpustakaan di Provinsi Banten. Pengelolaan perpustakaan yang modern diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi sekaligus meningkatkan budaya gemar membaca masyarakat.

Baca Juga :  Ekonomi Kreatif Jadi Senjata Tangsel, Pilar Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Tertib Izin

“Mudah-mudahan Provinsi Banten bisa mengikuti jejak-jejak provinsi lainnya dalam literasi dan taman bacaan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembelajaran dan Perpustakaan Bank Indonesia Siti Senorita Printaningrum menilai perkembangan teknologi harus direspons dengan kesiapan para pustakawan dalam memanfaatkan berbagai inovasi digital. Menurutnya, buku fisik tetap memiliki peran penting, namun perpustakaan juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi melalui pemanfaatan perpustakaan digital dan kecerdasan buatan.

“Dalam Capacity Building kita juga mempelajari AI. Digital library juga perlu diketahui oleh teman-teman pustakawan,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Eci itu menjelaskan, Capacity Building Pustakawan se-Banten Tahun 2026 merupakan bentuk kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat kapasitas pustakawan dalam mengelola perpustakaan berbasis teknologi.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman Hadapi Ancaman El Nino “Godzilla”

Rangkaian library tour kemudian berlanjut ke Perpustakaan Kolese Kanisius di Jalan Menteng Raya Nomor 64, Jakarta. Di lokasi tersebut, rombongan disambut Direktur Kolese Kanisius Gunawan beserta jajaran pengelola perpustakaan. Perpustakaan itu dikenal sebagai salah satu pusat referensi yang banyak dimanfaatkan pelajar dan peneliti.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat kerja sama antarlembaga sekaligus bertukar pengalaman dalam pengelolaan perpustakaan.

Pustakawan Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, Nurcahyono Y. Hermawan, berharap kunjungan tersebut dapat menjadi awal kolaborasi yang lebih erat dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan budaya literasi.

“Semoga ini menjadi ajang untuk bekerjasama. Meningkatkan literasi dan gemar membaca masyarakat,” ujarnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini