Wabup Tangerang Ajak Kepala Sekolah Wujudkan Ekosistem Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan

2 Menit Baca

Tangerang – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengajak para kepala Sekolah Dasar (SD) untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ajakan ini disampaikannya saat menutup kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Dasar Tahun 2025 yang digelar pada Kamis (17/4/2025).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Oleh karena itu, kepala sekolah dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya sebagai pemimpin pendidikan yang visioner, inovatif, serta mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.

Baca Juga :  Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Penerima BSPS agar Program Bedah Rumah Tepat Sasaran

“Di era globalisasi ini, dunia berubah sangat cepat. Kita tidak bisa hanya terpaku pada metode lama yang konvensional. Para tenaga pendidik dan kepala sekolah harus mampu beradaptasi dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan dalam pengelolaan sekolah saat ini harus lebih modern, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Menurutnya, kemampuan untuk mengelola sekolah dengan pendekatan yang inklusif sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Baca Juga :  Transformasi Budaya Kerja ASN, Ini Langkah Pemprov Banten Dalam Upaya Efisiensi Energi dan Anggaran

Wabup Intan juga mengingatkan bahwa membangun ekosistem pendidikan yang sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan masyarakat.

“Jika kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak perubahan, maka transformasi pendidikan akan berjalan secara optimal,” pungkasnya.

Dengan semangat peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini, Pemkab Tangerang terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang merata, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. (***)

Bagikan Artikel Ini