Mahasiswa HMI Desak BPN Tangsel Usut Dugaan Mafia Tanah Babakan, Kepala Kantor Turun Temui Massa

2 Menit Baca

Tangerang Selatan – Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dan aktivis yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Legoso Raya Cabang Ciputat berlangsung tegang di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan, Rabu (5/11/2025). 

Massa menuntut agar aparat penegak hukum menuntaskan dugaan praktik mafia tanah yang terjadi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu.

Dalam aksi yang disertai orasi keras dan seruan komando itu, para demonstran menuding adanya oknum di lingkungan BPN Tangsel yang terlibat dalam praktik pemerasan dan permainan harga tanah, sehingga merugikan masyarakat. 

Baca Juga :  Andika Hazrumy Dorong Kabupaten Serang Bisa Jadi Juara Umum MTQ Banten Lagi

Mereka juga mendesak Kabareskrim Polri dan Mahkamah Agung untuk turun tangan mengusut dugaan keterlibatan pejabat terkait.

“Kasus dugaan mafia tanah ini harus diusut tuntas. Jangan ada lagi permainan harga dan pemerasan terhadap warga!” teriak salah satu orator di tengah aksi yang berlangsung di depan gerbang utama kantor BPN Tangsel.

Tak lama kemudian, Kepala BPN Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, S.S.T., M.H, keluar menemui massa aksi. 

Di hadapan para mahasiswa, ia menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki pelayanan publik dan memastikan seluruh proses pertanahan berjalan transparan.

Baca Juga :  Di Balik Keseriusan Rumah Sakit, Ada Roby yang Menebarkan Senyum

“Saya masih baru di sini. Saya berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terhadap kasus ini, saya jamin tidak ada biaya dan tidak ada permainan,” ujar Seto.

“Kalau ada kendala, langsung datang ke saya. Kita selesaikan secara terbuka. Saya juga dari rakyat, dan ingin membantu warga Tangerang Selatan,” lanjutnya.

Pertemuan itu berlangsung kondusif meski diwarnai teriakan dan desakan massa agar kasus segera ditindaklanjuti. 

Aksi berakhir setelah Kepala BPN memberikan jaminan akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kasus dugaan mafia tanah Babakan.

Baca Juga :  Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Sejengkal Tanah Kita Harus Tetap Dilindungi

Para peserta aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah berfoto bersama sebagai bentuk dokumentasi simbolis atas komitmen penegakan keadilan agraria di Tangerang Selatan.

(***)

Bagikan Artikel Ini