Gebrakan 100 Hari: Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Ketenagalistrikan Nasional

3 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan gebrakan besar dalam 100 hari masa kepemimpinannya dengan meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan nasional pada Senin (20/01).

Acara peresmian yang digelar di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, menandai komitmen Pemerintah untuk memperkuat sektor energi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Proyek ini mencakup pembangkit, transmisi, dan gardu induk di 18 provinsi dengan total kapasitas 3.222,75 Megawatt (MW).

Langkah strategis ini menjadi salah satu peresmian proyek ketenagalistrikan terbesar di dunia, mencerminkan upaya Indonesia dalam mewujudkan swasembada energi dan mendukung industrialisasi.

Fokus pada Swasembada Energi dan Industrialisasi
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya sektor energi sebagai fondasi pembangunan nasional.

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Museum Ibu Marsinah Jadi Pengingat Perjuangan Hak Pekerja

“Kita ingin menjadi negara modern dan maju yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, kita harus menjadi negara industri yang mandiri dengan mengolah sumber daya alam menjadi barang jadi. Energi adalah kunci untuk mencapai hal tersebut,” ujar Prabowo.

Presiden juga menegaskan komitmen untuk mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) demi keberlanjutan energi dan lingkungan.

“Kita akan mulai puluhan proyek besar tahun ini dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri,” tambahnya.

Investasi Besar untuk Masa Depan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa proyek ini melibatkan investasi senilai Rp72 triliun.

Baca Juga :  Irvan Nugraha Resmikan Kantor PT. Pagar Nusantara Jaya untuk Penyelesaian Aset Warisan

Proyek-proyek ini tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga memperluas jaringan transmisi hingga 8.000 kilometer untuk mendukung distribusi listrik dari pembangkit EBT ke pusat-pusat permintaan.

“Dengan proyek ini, konsumsi listrik per kapita kita ditargetkan meningkat hingga 6.400 kWh per tahun, mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi,” kata Bahlil.

Beberapa proyek unggulan yang diresmikan, seperti PLTA Jatigede 110 MW, PLTA Asahan 3 174 MW, dan PLTS IKN 50 MW Alternating Current (MWac), diproyeksikan menjadi tulang punggung kelistrikan di berbagai wilayah.

Sementara itu, pembangunan jaringan transmisi seperti Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Kolaka – PT Antam Pomala sepanjang 36,96 kilometer sirkuit (kms) akan mendukung kebutuhan industri pengolahan nikel.

Baca Juga :  Pj Gubernur A Damenta Sidak Kantor Setda Provinsi Banten

Komitmen PLN Mendukung Transformasi Energi
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa PLN terus berupaya memperkuat sektor kelistrikan nasional.

“Kami membangun kapasitas SDM, digitalisasi, dan kolaborasi untuk memastikan PLN menjadi perusahaan yang sehat, efisien, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Dengan 37 proyek strategis ini, Pemerintah optimistis mampu mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE).

(***)

Bagikan Artikel Ini