Anugerah Adinegoro 2024: Dorong Wartawan Muda Kembangkan Jurnalisme Investigatif

2 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menggelar ajang penghargaan jurnalistik paling bergengsi di Indonesia, Anugerah Adinegoro.

Acara launching yang digelar pada hari Senin (29/7) di kantor PWI Pusat menandai dimulainya rangkaian kegiatan menuju puncak acara yang akan berlangsung pada 1 Agustus 2024 di Hall Dewan Pers.

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Anugerah Adinegoro 2024 memiliki tujuan mulia, yaitu menghidupkan kembali semangat jurnalisme media cetak yang semakin terpinggirkan di era digital.

Baca Juga :  Peroleh Edukasi Pemadanan NIK-NPWP Bagi Karyawan Gajah Tunggal Group

“Kita ingin memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para wartawan yang tetap setia berkarya di media cetak dan menghasilkan karya-karya jurnalistik berkualitas,” ujar Hendry.

Pada tahun ini, Anugerah Adinegoro 2024 mengusung tema “Investigasi, Kolaborasi, dan Inovasi”.

Hal ini sejalan dengan upaya PWI untuk mendorong para wartawan menghasilkan karya jurnalistik yang mendalam, inovatif, dan memiliki dampak sosial yang luas.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Artini Suparmo, menjelaskan bahwa karya yang dilombakan harus memenuhi kriteria jurnalisme investigatif yang baik.

Baca Juga :  MUSDA Dekopinda Tangsel Tetapkan Alwani sebagai Ketua Periode 2026–2031

“Kami mencari karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu mengungkap fakta-fakta penting dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Anugerah Adinegoro 2024 membuka kesempatan bagi seluruh wartawan Indonesia untuk mengikuti lomba dengan karya jurnalistiknya yang diterbitkan pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2024.

Terdapat lima kategori lomba yang diperlombakan, yaitu media cetak, online, video, audio, dan foto. Selain itu, ada juga kategori khusus untuk pers kampus dan media sosial.

Hendry Ch Bangun menegaskan bahwa keberadaan media cetak sangat penting dalam menjaga keberagaman informasi dan opini.

Baca Juga :  Tokoh Nasionalis Relawan Merah Putih Pasang Ribuan Bendera di Wilayah Pondok Aren Tangsel

“Meskipun media digital semakin berkembang, media cetak tetap memiliki peran yang strategis dalam membentuk opini publik,” ujarnya.

Beliau juga mencontohkan keberhasilan media cetak di negara lain, seperti India, yang tetap eksis dan berkembang pesat.

“Kita harus belajar dari negara lain bagaimana cara mempertahankan dan mengembangkan media cetak,” tambahnya. (Red)

Bagikan Artikel Ini