TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tangerang Selatan memperluas kolaborasi di bidang pendidikan dengan menggandeng IBLAM School of Law dan Universitas Salakanagara (UNSAKA). Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka akses pendidikan sekaligus memperkuat peluang pengalaman internasional bagi generasi muda.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya KADIN Tangsel mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia usaha. Salah satu program yang tengah didorong adalah kesempatan bagi lulusan SMA, SMK dan MA maupun masyarakat umum untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mendapatkan pengalaman magang di Taiwan.
Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Beasiswa S1 dan Magang Internasional Taiwan yang berlangsung di Aula Blandongan, Gedung Utama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan KADIN Kota Tangerang Selatan bersama LPK HIKARI Sumatera Utara sebagai sending organization. Program dirancang dengan konsep pendidikan yang dipadukan dengan pengalaman kerja internasional, sehingga peserta tetap menjalani pendidikan tinggi selama mengikuti program.
Ketua AGPAII Tangerang Selatan, Dr. Budi Mulia, mengatakan kesempatan tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan sekaligus meningkatkan kemampuan agar lebih siap menghadapi persaingan.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan daya saing generasi muda, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Karena dengan pendidikan mereka akan meraih kesejahteraan. Dengan pendidikan mereka akan mampu bersaing,” ujarnya dalam sambutan.
Budi menjelaskan, sosialisasi tersebut bukan merupakan tahap akhir. Peserta yang berminat akan mengikuti proses lanjutan mulai dari pendaftaran, seleksi, persiapan hingga keberangkatan.
Hingga kegiatan berlangsung, tercatat sebanyak 87 calon mahasiswa dan peserta magang telah melakukan pendaftaran awal melalui Google Drive. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena terdapat calon peserta yang tidak dapat menghadiri kegiatan sosialisasi.
“Ini akan kita follow up sampai kepada target kita. Mudah-mudahan di tahun ini dan enam bulan ke depan kita sama-sama mempersiapkan dan mensukseskan kegiatan ini,” katanya.
Peserta Program Harus Berstatus Mahasiswa
Budi menegaskan bahwa program yang ditawarkan memiliki konsep berbeda dengan pemagangan yang hanya berfokus pada penempatan tenaga kerja.
Peserta yang akan mengikuti program ke Taiwan diwajibkan berstatus sebagai mahasiswa. Artinya, kegiatan magang berjalan bersamaan dengan pendidikan tinggi yang ditempuh peserta.
Dengan skema tersebut, peserta diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun, sekaligus mendapatkan pengalaman kerja, sertifikat dan ijazah sesuai program pendidikan yang dijalani.
“Anak-anak yang berangkat ke sana statusnya harus menjadi mahasiswa,” tegasnya.
Ketua KADIN Kota Tangerang Selatan, Marhadi, SE., MM., mengatakan program pendidikan dan magang internasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan generasi muda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja.
Menurut Marhadi, lulusan SMA dan SMK perlu mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pendidikan lanjutan serta pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal menghadapi persaingan di dunia kerja.
Ia berharap program tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui kerja sama KADIN dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan dan berbagai pihak terkait.
Marhadi juga menilai perubahan kondisi ekonomi global memberikan pengaruh terhadap dunia usaha, termasuk kemampuan perusahaan dalam menyerap tenaga kerja. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu hal yang perlu terus didorong.
Ia menyebut tingkat pengangguran di Tangerang Selatan pada 2025 berada di angka 4,13 persen. Menurutnya, program peningkatan pendidikan dan keterampilan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu menekan angka tersebut.
“Harapan kita agar anak-anak Kota Tangerang Selatan mendapatkan pendidikan yang layak, pendidikan yang lebih baik, tanpa harus ada beban biaya yang tinggi,” kata Marhadi.
Magang di Taiwan Bisa Sampai Dua Tahun
Wakil Ketua Umum KADIN Tangerang Selatan yang juga VP HIKARI, Safrinal Epy Dachlan, mengatakan pengalaman kerja internasional dapat memberikan nilai tambah bagi mahasiswa ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja.
Menurutnya, salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam program Taiwan adalah kemampuan bahasa Inggris. Bahasa tersebut digunakan dalam proses seleksi maupun penempatan peserta.
Bagi calon peserta yang belum memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai, akan diberikan pelatihan sebagai persiapan menghadapi proses wawancara.
“Mana yang berminat kita latih, mungkin dua-tiga bulan untuk menghadapi interview,” ujarnya.
Safrinal menyebut masa pemagangan di Taiwan dapat berlangsung hingga dua tahun. Durasi tersebut memberikan kesempatan lebih panjang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus memahami budaya dan lingkungan kerja internasional.
Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk mempertimbangkan pola pembelajaran yang lebih fleksibel, termasuk sistem hybrid, agar mahasiswa tetap dapat memenuhi kewajiban akademik selama mengikuti program magang.
Taiwan Membuka Peluang bagi Mahasiswa Indonesia
Dalam kegiatan sosialisasi, peserta juga memperoleh informasi langsung dari mitra di Taiwan melalui sambungan daring.
Perwakilan mitra menyampaikan bahwa sejumlah sektor industri di Taiwan masih membutuhkan tenaga kerja. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa Indonesia melalui program pemagangan yang terintegrasi dengan pendidikan.
Bidang yang ditawarkan di antaranya pekerjaan pada sektor produksi dan pengemasan. Penempatan peserta nantinya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, ketentuan pekerjaan serta aspek keselamatan.
Calon peserta yang belum memiliki pengalaman kerja juga akan mendapatkan pembekalan sebelum menjalankan tugas di tempat kerja.
Selain memperoleh pengalaman internasional, peserta juga memiliki kesempatan mendapatkan penghasilan selama menjalani program. Besaran penghasilan akan mengikuti posisi, kontrak kerja serta peraturan yang berlaku di Taiwan.
Mitra Taiwan juga menyampaikan potensi kebutuhan peserta dalam jumlah besar. Kebutuhan tersebut disebut dapat mencapai sekitar 200 peserta setiap bulan.
Peluang tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan dan calon peserta di Indonesia untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri internasional.
Jangan Hanya Mengandalkan Ijazah
Safrinal mengingatkan peserta agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya modal ketika kembali ke Indonesia. Menurutnya, pengalaman internasional, kemampuan bahasa dan etika kerja merupakan bagian penting dari kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Kemampuan bahasa Inggris yang ditambah dengan penguasaan Mandarin, kata dia, dapat meningkatkan daya tawar seseorang ketika bersaing mendapatkan pekerjaan.
“Kalau ditambah dengan kemampuan bahasa Inggris Anda bagus, jauh di atas UMR. Anda punya kemampuan bahasa Inggris yang bagus, ditambah Mandarin, itu sudah pasti punya nilai jual,” ujarnya.
Peserta juga diingatkan untuk menjaga sikap, kedisiplinan dan kepatuhan selama berada di luar negeri. Perbedaan budaya dan sistem kerja membuat kemampuan beradaptasi menjadi hal penting.
“Jadilah orang yang patuh, jadilah orang yang benar. Masalah pendidikan itu bagaimana kita, tapi ada etika yang harus kita tunjukkan,” pesan Marhadi dalam sambutannya.
Sementara itu, kolaborasi KADIN Tangsel dengan IBLAM School of Law dan Universitas Salakanagara menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan dalam pengembangan program tersebut.
Kerja sama antara dunia usaha dan perguruan tinggi diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus pengalaman profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui sinergi tersebut, KADIN Tangsel mendorong agar program pendidikan internasional tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Tahapan selanjutnya diharapkan mencakup proses seleksi, pembekalan bahasa, persiapan keberangkatan, pendampingan selama di Taiwan hingga penyelesaian pendidikan.
Dengan menggabungkan pendidikan tinggi dan pengalaman kerja internasional, program tersebut diharapkan menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda Tangerang Selatan untuk meningkatkan kompetensi dan membangun daya saing di tingkat global.
*Hadi*




