JAKARTA, katamedia.co.id – Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional melalui alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran pengurus Kadin Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman N. Karumpa, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Jasa Konstruksi Indonesia, menilai berbagai program prioritas pemerintah telah memberikan optimisme baru bagi sektor jasa konstruksi. Menurutnya, pembangunan yang terus berjalan membuka peluang usaha yang semakin luas bagi pelaku konstruksi di berbagai daerah.
“Bapak telah mampu menavigasikan negara yang sungguh sangat baik khusus di bidang konstruksi. Bapak telah menggelontorkan seribu triliun lebih untuk dana infrastruktur. Merah putih, dapur, cetak sawah, kampung nelayan, sekolah rakyat, irigasi, dan luar biasa,” ujar Andi Rukman.
Selain besarnya anggaran pembangunan, Andi Rukman juga mengapresiasi terbitnya Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025. Menurutnya, regulasi tersebut menjadi terobosan yang memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor jasa konstruksi untuk terlibat dalam proyek pemerintah melalui mekanisme penunjukan langsung hingga nilai Rp400 juta.
“Bapak Presiden telah membuatkan kami Perpres 46 di mana belum ada presiden sebelumnya membuat perpres ini, yakni penunjukkan langsung kepada UMKM 0 sampai 400 juta,” ungkapnya.
Ia juga menilai program revitalisasi sarana pendidikan dan layanan kesehatan yang dijalankan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ribuan sekolah dan puskesmas, kata dia, telah menjadi sasaran revitalisasi sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pekerjaan proyek revitalisasi pendidikan dan Kesehatan. Ribuan sekolah telah diperbaiki, puskesmas,” pungkas Andi Rukman.
Apresiasi dari kalangan dunia usaha tersebut mencerminkan dukungan terhadap arah pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan semakin mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
BPMI Setpres




