Jakarta, katamedia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk memaparkan berbagai capaian pembangunan sekaligus menegaskan komitmen membawa Jakarta menuju kota global pada 2030.
Dalam amanatnya, Pramono mengatakan kemerdekaan harus dimaknai sebagai amanah yang diwujudkan melalui kerja nyata. Menurutnya, perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan melalui pertempuran fisik, melainkan dengan membangun kolaborasi, mengesampingkan ego, serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Ia menilai kemajuan Jakarta harus memberikan manfaat yang dirasakan secara luas oleh seluruh warga. Karena itu, pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan, perluasan kesempatan kerja, pengurangan ketimpangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dari sisi ekonomi, Jakarta mencatat pertumbuhan sebesar 5,52 persen pada triwulan II 2026. Angka tersebut memberikan kontribusi 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sementara inflasi Jakarta tetap berada pada level terkendali, yakni 2,5 persen.
Pramono menyebut capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Jakarta dapat masuk dalam jajaran 50 besar kota global terbaik pada 2030.
Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari indikator ekonomi. Pemerataan manfaat pembangunan menjadi bagian penting agar kemajuan Jakarta dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam bidang pembangunan manusia, Jakarta mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi secara nasional dengan angka 85,05 pada 2025. Pemprov DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah program, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, program padat karya, serta dukungan terhadap Sekolah Rakyat.
Menurut Pramono, pembangunan Jakarta harus dimulai dari peningkatan kualitas manusianya. Kesempatan memperoleh pendidikan dan meningkatkan taraf hidup perlu dibuka seluas-luasnya agar masyarakat memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
Selain pembangunan manusia, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat layanan publik, kesehatan, transportasi, dan infrastruktur perkotaan. Sejumlah proyek strategis terus didorong, di antaranya LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai, MRT Fase 2 Bundaran HI–Kota Tua, Pedestrian Deck Dukuh Atas, pembangunan rumah sakit di eks lahan RS Sumber Waras, serta peningkatan konektivitas transportasi menuju Kepulauan Seribu.
Mulai 2027, transportasi laut menuju Kepulauan Seribu direncanakan dikelola secara profesional oleh Transjakarta. Penataan ruang kota juga terus dilakukan, termasuk pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said dan penguatan integrasi transportasi publik di kawasan JIS–Ancol.
Di sektor lingkungan, Pemprov DKI Jakarta mendorong pengelolaan sampah dari sumber melalui gerakan memilah sampah. Langkah tersebut diperkuat dengan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Sementara dalam tata kelola pemerintahan, Jakarta terus mengembangkan berbagai inovasi pembiayaan, termasuk obligasi daerah. Pemprov DKI Jakarta juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama sembilan tahun berturut-turut.
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap daerah lain. Pemprov DKI Jakarta memberangkatkan tenaga kesehatan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp3,8 miliar bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berasal dari sumbangan sukarela ASN Balai Kota.
Untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, Pemprov DKI Jakarta turut memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui pemberlakuan tarif khusus Transjakarta sebesar Rp8. Selain itu, berbagai hiburan gratis disiapkan di sejumlah lokasi, mulai dari Monas, Bundaran HI, Kota Tua hingga Kepulauan Seribu.
Pramono menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan kemeriahan kemerdekaan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Jakarta melalui semangat “Jaga Jakarta”.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam penyelenggaraan rangkaian HUT ke-81 RI di Jakarta. Ia menyebut berbagai kegiatan hiburan publik dari kawasan Bundaran HI hingga Monas merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, BUMD, dan panitia nasional.
Menurut Rano, keterlibatan Jakarta dalam rangkaian perayaan nasional tersebut menunjukkan kesiapan ibu kota untuk terus berkembang sebagai kota global. Melalui koordinasi Jakarta Tourisindo atau Jakarta Experience Board (JXB), sekitar 60 persen aktivitas kemeriahan rakyat dari kawasan HI hingga Monas mendapat dukungan.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI pun menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat pembangunan, pelayanan publik, serta kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing di tingkat global.
*Hadi*




