Gubernur Andra Soni: Festival Storytelling Jadi Sarana Bangun Karakter dan Literasi Anak

4 Menit Baca

Serang Banten , katamedia.co.id – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa cerita rakyat dan legenda Nusantara dapat menjadi sarana efektif dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan storytelling. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri grand final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (17/5/2026).

Menurut Andra Soni, storytelling tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, serta imajinasi anak-anak.

“Storytelling tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, dan imajinasi anak,” ujar Andra Soni.

Ia menambahkan, metode storytelling, termasuk digital storytelling, terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Kebiasaan mendongeng juga membuat pelajar lebih fokus, memiliki daya ingat yang lebih baik, serta lebih kreatif dalam menyampaikan ide dan gagasan.

Baca Juga :  Gubernur Banten Andra Soni Bagikan Pengalaman Berharga Selama Retret Kepemimpinan di Akmil Magelang

Selain memperkuat literasi budaya, storytelling dinilai mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Karena itu, Andra Soni mengajak para orang tua, sekolah, komunitas literasi, pelaku seni, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan berbudaya.

Ia juga menilai Festival Storytelling mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan industri seni pertunjukan di daerah. Festival tersebut menjadi ruang kreativitas bagi pelajar, komunitas seni, pegiat literasi, hingga generasi muda di Provinsi Banten.

“Provinsi Banten memiliki kekayaan cerita rakyat dan legenda yang sarat nilai moral, kepahlawanan, religiusitas, dan semangat kebersamaan. Melalui festival ini, kisah-kisah Kebantenan dapat dihidupkan menjadi inspirasi dalam membangun karakter masyarakat yang berbudaya dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Storytelling, Cahaya Manthovani mengaku terkesan dengan antusiasme peserta dari berbagai daerah di Banten. Menurutnya, anak-anak peserta tetap bersemangat meski harus berangkat sejak pagi menuju lokasi kegiatan.

Baca Juga :  Transformasi Budaya Kerja ASN, Ini Langkah Pemprov Banten Dalam Upaya Efisiensi Energi dan Anggaran

Cahaya menjelaskan, Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara pertama kali digelar di Jakarta pada 2025. Pada 2026 festival dilaksanakan di Provinsi Banten dan direncanakan berlangsung di Provinsi Jawa Barat pada 2027.

“Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten,” ujar Cahaya.

Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten tahun ini mengusung tema Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Navaswara Bhuwana Kencana dengan menghadirkan berbagai kisah rakyat khas Banten.

Pada kategori Benih Nusantara tingkat SD/MI, juara pertama diraih Dira Maulida dari SDN 13 Kota Serang. Juara kedua diraih Akasha Aljazair Knizia dari SD Cikal Harapan BSD Kota Tangerang Selatan, sedangkan juara ketiga diraih Ameera Khanza Ghassani dari SDN Bojonegara 1 Kabupaten Serang.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Istimewa DPRD Banten Agendakan Pengucapan Janji PAW Riyan Hidayat

Untuk kategori Tunas Nusantara tingkat SMP/MTs, juara pertama diraih Salsabila Nur Afiyah dari MTsN 1 Kota Tangerang Selatan. Juara kedua diraih Mikaila Ladia Rumagit dari MTsN 1 Pandeglang, sementara juara ketiga diraih Siti Rista Maulida dari SMPN 11 Kota Serang.

Pada kategori Kuntum Nusantara tingkat SMA/MA, juara pertama diraih Ridho Ardiansyah dari SMKN 6 Kota Tangerang Selatan, juara kedua diraih Dhiya Rohadatul ‘Aisy dari SMAN 11 Kota Tangerang Selatan, dan juara ketiga diraih Kayla Rafa Nareswari dari SMAN 1 Kota Serang.

Sementara pada kategori Ranting Nusantara umum, juara pertama diraih Dinda Eka Savitri, juara kedua Maya Meliasari dari Universitas Bina Bangsa, dan juara ketiga diraih Refina dari Universitas Pamulang.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini