TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id – Penambahan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi perhatian. Pasalnya, anggaran yang sebelumnya diperkirakan sekitar Rp16 miliar kini meningkat menjadi Rp18,5 miliar, sementara Rencana Anggaran Biaya (RAB) tambahan masih akan menjalani proses verifikasi oleh Inspektorat.
Pembahasan penambahan anggaran tersebut dilakukan dalam rapat pleno Organizing Committee (OC) Porprov VII Banten 2026 di Aula Blandongan, Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jumat (23/10/2026).
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, penyesuaian anggaran dilakukan setelah panitia mengevaluasi kembali kebutuhan setiap bidang. Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan biaya adalah bertambahnya jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.
Menurutnya, perencanaan awal mencakup sekitar 50 cabor. Namun, jumlah tersebut berkembang menjadi kurang lebih 60 cabor sehingga berdampak pada kebutuhan operasional dan perlengkapan pertandingan.
“Alhamdulillah, kebutuhan yang sebelumnya belum terakomodasi, seperti makan, minum, transportasi, dan kebutuhan lainnya, sudah terakomodasi melalui anggaran tambahan. Sekarang diplenokan terkait peruntukannya,” kata Pilar saat diwawancarai seusai rapat.
Ia menjelaskan, tambahan Rp2,5 miliar dialokasikan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan yang belum tercakup dalam perhitungan sebelumnya. Komponen tersebut antara lain konsumsi, transportasi, honor perangkat pertandingan, serta peralatan pendukung kompetisi.
Pilar menyebut, penyesuaian anggaran dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan oleh bidang anggaran bersama bendahara panitia. Panitia juga berupaya menekan pengeluaran yang dinilai tidak mendesak agar dana dapat difokuskan pada kebutuhan utama penyelenggaraan.
“Kita sudah melakukan pemetaan dan menekan anggaran untuk benar-benar memenuhi hal-hal yang dibutuhkan, terutama kebutuhan dasar,” ujarnya.
Anggaran Bertambah, RAB Tambahan Menunggu Verifikasi
Kenaikan anggaran dari sekitar Rp16 miliar menjadi Rp18,5 miliar membuat ketepatan perhitungan kebutuhan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Terlebih, penambahan dana dilakukan ketika persiapan penyelenggaraan Porprov semakin dekat dengan jadwal pelaksanaan.
Meski demikian, penambahan anggaran tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya penyimpangan. Bertambahnya jumlah cabang olahraga memang berpotensi memengaruhi kebutuhan biaya. Namun, dasar perhitungan dan rincian penggunaan dana tetap perlu dijelaskan secara transparan agar dapat dipertanggungjawabkan.
Pilar menyampaikan, RAB tambahan yang telah dibahas dalam rapat pleno selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Inspektorat untuk menjalani proses verifikasi.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan setiap komponen belanja sesuai dengan standar satuan harga serta ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, angka Rp18,5 miliar merupakan total anggaran berdasarkan keterangan Pilar, sedangkan RAB tambahan masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut.
Tahapan tersebut menjadi penting untuk memastikan penyesuaian anggaran benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil, bukan sekadar perkiraan. Rincian mengenai komponen yang sebelumnya belum terakomodasi juga menjadi informasi penting bagi publik dalam memahami alasan kenaikan anggaran.
Kesiapan Venue Kembali Diperiksa
Selain membahas anggaran, rapat pleno turut mengevaluasi perkembangan persiapan dari berbagai bidang kepanitiaan. Pilar menyebut, kesiapan venue pertandingan telah memasuki tahap akhir, tetapi pemeriksaan ulang masih diperlukan untuk memastikan seluruh fasilitas tersedia.
Pengecekan meliputi kondisi tribun, peralatan olahraga, serta sarana pendukung lain yang dibutuhkan untuk pertandingan dari sekitar 60 cabang olahraga.
“Untuk venue sudah selesai, tinggal kita periksa kembali. Kekurangan yang masih ada, misalnya tribun atau peralatan, sudah dimasukkan ke dalam RAB,” katanya.
Panitia juga menerima laporan mengenai persiapan bidang perizinan, keamanan, kesehatan, dan pertandingan. Menjelang pelaksanaan, penyelesaian kebutuhan teknis menjadi salah satu fokus utama agar kompetisi dapat berjalan sesuai rencana.
Kesesuaian antara kondisi venue, kebutuhan perlengkapan, dan anggaran yang disiapkan perlu menjadi perhatian. Dengan begitu, dana yang dialokasikan dapat digunakan secara efektif tanpa mengabaikan aspek keselamatan maupun pelayanan bagi atlet dan perangkat pertandingan.
Publikasi Mulai Digencarkan
Di bidang publikasi, Pemkot Tangsel mulai meningkatkan sosialisasi Porprov VII Banten 2026 melalui berbagai saluran komunikasi. Promosi dilakukan melalui media luar ruang seperti billboard, media sosial, media cetak, serta media daring.
Pilar menyampaikan, rangkaian kegiatan Porprov akan mencakup pawai obor, sementara pertandingan dijadwalkan mulai 8 November 2026.
Publikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyelenggaraan Porprov sekaligus mendorong dukungan terhadap atlet yang berlaga.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, panitia perlu memastikan seluruh persiapan berjalan seiring dengan pengelolaan anggaran yang tertib. Kesiapan teknis dan ketepatan penggunaan dana menjadi dua aspek yang sama-sama menentukan keberhasilan penyelenggaraan.
Penambahan anggaran dari Rp16 miliar menjadi Rp18,5 miliar pada akhirnya perlu diikuti keterbukaan mengenai rincian kebutuhan, dasar perhitungan, serta hasil verifikasi RAB tambahan.
Masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai penggunaan anggaran daerah, terlebih ketika terjadi penyesuaian biaya dalam jumlah miliaran rupiah. Pengawasan yang memadai diharapkan dapat memastikan setiap pengeluaran benar-benar mendukung kebutuhan pertandingan dan pelaksanaan Porprov VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan.
*Hadi*




