Andra Soni Dorong Banten Jadi Produsen Utama Jagung Nasional

2 Menit Baca

LEBAK BANTEN  – Gubernur Banten Andra Soni mencanangkan Gerakan Tanam Jagung di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Selasa (21/4/2026), sebagai langkah mendorong Provinsi Banten menjadi produsen utama jagung nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pencanangan dilakukan di lahan seluas 10 hektare dengan dukungan benih bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten. Program tersebut melibatkan kelompok tani setempat, termasuk Poktan Mekarjaya di Desa Mekarsari.

Andra Soni mengatakan kebutuhan jagung di pasaran masih sangat besar, sehingga Banten memiliki peluang untuk berkembang menjadi sentra produksi jagung. Menurutnya, minimal Banten mampu memenuhi kebutuhan jagung untuk daerah sendiri.

Baca Juga :  Banten Festival Teknologi 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Unjuk Inovasi

Selain itu, Banten juga dinilai memiliki keuntungan strategis karena berdekatan dengan wilayah aglomerasi Jakarta. Kondisi tersebut dapat menekan biaya distribusi dan logistik sehingga meningkatkan daya saing produk pertanian maupun peternakan dari Banten.

Ia juga mengajak para petani menanam dan merawat tanaman jagung dengan baik agar hasil panen lebih optimal. Gubernur turut mengapresiasi pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya jagung dan komoditas pangan lainnya.

Pemprov Banten, lanjut Andra Soni, akan berkoordinasi dengan bupati, wali kota, serta para pengembang untuk memanfaatkan lahan kosong yang dapat dikerjasamakan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Masyarakat Laporkan Tambang Galian C Curugbitung ke Gakkum KLH

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir menjelaskan, daerah terus meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, tidak hanya melalui komoditas padi, tetapi juga jagung dan tebu.

Saat ini terdapat 14 pabrik pakan ternak di Banten yang membutuhkan sekitar 4.000 ton jagung per hari. Dengan dukungan Kementerian Pertanian, Pemprov Banten bersama petani dan berbagai pihak akan mengembangkan 9.000 hektare lahan kosong untuk ditanami jagung.

Dari pengembangan tersebut, produksi jagung pipil kering ditargetkan mencapai 52.000 ton.

Baca Juga :  Polda Jabar Tetapkan Pemenang Pos Terpadu Tematik Ketupat Lodaya 2026

Ketua Kelompok Tani Mekarjaya Dimas Fahmi Sidqi menambahkan, kelompoknya saat ini mengelola lahan tanam seluas 20 hektare. Pemanfaatan lahan milik pengembang untuk tanaman pangan telah dilakukan sejak 2017.

*Red*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini