Serang Banten – katamedia.co.id. -Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau kelompok 3B di Provinsi Banten.
Hal itu disampaikan Deden yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Banten saat membuka Konsolidasi Mitra Kerja Penguatan Program Prioritas MBG 3B Provinsi Banten Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Deden menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut memerlukan konsolidasi yang kuat antar pemangku kepentingan, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Melalui konsolidasi yang solid dan kolaboratif, program MBG 3B diharapkan dapat lebih cepat diterima masyarakat dan diimplementasikan secara maksimal. Program ini bukan hanya bersifat jangka pendek, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Deden.
Ia menjelaskan bahwa program MBG 3B tidak sekadar memberikan makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia secara menyeluruh.
Berdasarkan data tahun 2025, jumlah ibu hamil di Provinsi Banten tercatat sebanyak 38.534 orang, ibu pascasalin sebanyak 14.114 orang, serta balita di bawah dua tahun (baduta) mencapai 60.768 anak.
Sementara itu, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbentuk di Banten mencapai 1.081 unit. Namun, dari jumlah tersebut baru 258 unit yang melayani program MBG 3B.
Deden mendorong adanya penambahan serta optimalisasi peran SPPG agar cakupan layanan MBG 3B dapat terus meningkat.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Pemprov Banten bersama Kemendukbangga/BKKBN serta seluruh mitra akan melakukan percepatan implementasi melalui penguatan konsolidasi dan kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, program MBG 3B akan disalurkan langsung kepada keluarga penerima manfaat melalui mekanisme distribusi harian. Selain itu, para pendamping keluarga juga akan memberikan edukasi rutin setiap bulan terkait pola hidup sehat serta pola asuh anak di bawah lima tahun.
“Ibu hamil didorong untuk rutin memeriksakan kesehatan guna memastikan pertumbuhan kehamilan yang optimal. Bagi ibu menyusui juga diberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta makanan pendamping ASI,” ujar Wahyuniati.
*Hadi*




