Massa Ormas dan LSM Tangsel Demo di Balai Kota, Tuntut Penghapusan Monopoli Proyek APBD

3 Menit Baca

Ciputat, katamedia – Gabungan massa Ormas dan LSM di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Maruga, Ciputat pada Senin (01/04/24).

Ratusan pengunjuk rasa menuntut pembongkaran monopoli paket proyek APBD oleh pengusaha pengepul.

Para pedemo membawa spanduk dan berorasi di depan akses masuk balai kota. Salah satu spanduk bertuliskan, “Bongkar & Hancurkan Pengusaha/Pengepul Proyek APBD Tangsel 2024.”

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Baset Marliansyah, mengatakan bahwa 28 Ormas dan LSM se-Kota Tangsel bergabung dalam aksi ini. Mereka kecewa karena paket proyek APBD yang biasanya dibagikan kepada Ormas dan LSM dihapuskan tahun ini.

Baca Juga :  Kelas Lukis Oma Bebikinan Buka Kelas Pemula Baru di Graha Bintaro

“Kekecewaan kami adalah dari dinas. Setiap tahun, kami mendapatkan pembinaan organisasi dalam bentuk kegiatan. Baru tahun ini semua bentuk kegiatan itu dihapuskan dan diganti dengan dana yang nilainya tidak seberapa,” kata Baset Marliansyah.

Baset Marliansyah menduga penghapusan paket proyek ini disebabkan oleh pengusaha pengepul yang bermain dengan dinas-dinas terkait. Pengepul, kata Baset, memberikan uang tunai kepada dinas sebelum proyek dikerjakan.

“Kita dapat informasi bahwa sebagian dinas itu sudah ‘ijon’ pada pengepul. Pengepulnya ini diduga bukan orang Tangsel. Jadi dinas itu ngasih ‘ijon’ ke pengepul untuk meredamkan kita,” jelasnya.

Baca Juga :  Silaturahmi Kamtibmas, Andra Soni Tekankan Peran Keamanan dan Pers dalam Pembangunan

Baset Marliansyah enggan menyebutkan detail berapa jumlah uang tunai yang dibagikan oleh dinas-dinas sebagai pengganti paket proyek APBD. Dia hanya menyebut nilainya jauh lebih kecil dibandingkan mengerjakan paket proyek APBD.

“Satu paket, nggak banyak. Kita dapat 1 paket untuk LSM, Ormas. Kalau sekarang diganti uang, uangnya ya bervariasi,” ungkapnya.

Baset Marliansyah menyebut beberapa dinas yang diduga terlibat dalam monopoli proyek APBD, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Tata Ruang, Dinas Bina Marga, dan Bapenda.

“Ini saya sebutkan saja, PU, Tata Ruang, Perkim, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, LH, dan itu yang biasanya selalu menjadi jembatan kita untuk menghidupi organisasi,” ucapnya.

Baca Juga :  Hadiri Raker PIPI, Wagub Banten Tekankan Peran Strategis Pemuda

Demo dijaga ketat oleh kepolisian dan Satpol PP. Sempat terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat. Para pedemo akhirnya membubarkan diri setelah terjalin mediasi dengan utusan Wali Kota Tangsel.

Pejabat Asda 1 Kota Tangsel Chairudin yang memimpin mediasi belum dapat dimintai keterangan atas aksi demonstrasi ini. (***)

Bagikan Artikel Ini