Sejahterakan Petani, Rumah Tani dan Jagatani Dukung Andra Soni Pimpin HKTI Banten

4 Menit Baca

SERANG, BANTEN, katamedia.co.id – Rumah Tani dan Jagatani menyampaikan apresiasi atas dilantiknya Gubernur Banten Andra Soni sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten periode 2026–2031.

Pelantikan tersebut berlangsung di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu), Kota Serang, Sabtu (26/9/2026), bertepatan dengan rangkaian Peringatan Hari Tani Nasional 2026.

Koordinator Rumah Tani, Egi Hendrawan, menilai kepemimpinan Andra Soni di HKTI Banten dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi pertanian, dan kelompok masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut Egi, sejumlah persoalan yang masih dihadapi petani, mulai dari akses infrastruktur, distribusi hasil produksi hingga kepastian pasar, membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur pertanian, seperti Jalan Usaha Tani dan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), dapat menjadi bagian penting dalam memperlancar aktivitas produksi dan distribusi hasil pertanian.

Baca Juga :  Pelantikan BKPRMI Banten, Andra Soni Tekankan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban

Selain itu, keberadaan Kawasan Sitandu yang memiliki luas sekitar 20 hektare dinilai dapat dimanfaatkan sebagai pusat pengembangan dan pembelajaran pertanian di Banten.

Rumah Tani, kata Egi, siap berkolaborasi dalam mengawal berbagai program yang diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Rumah Tani menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kepemimpinan Bapak Andra Soni sebagai Ketua DPD HKTI Banten. Kami melihat adanya komitmen untuk merangkul berbagai unsur pertanian dan mendorong program yang memberikan manfaat bagi petani,” ujar Egi dalam keterangan resminya, Minggu (27/9/2026).

Dorong Penguatan Pasar Petani

Pelantikan Andra Soni sebagai Ketua DPD HKTI Banten turut dihadiri Ketua Umum HKTI Sudaryono. Dalam kesempatan tersebut, potensi sektor pertanian Banten menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Sabu 17,29 Kg Tujuan Jawa Digagalkan di Bakauheni, Kurir Dijanjikan Rp170 Juta

Salah satu peluang yang dinilai dapat dimanfaatkan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut berpotensi membuka pasar bagi produk pangan lokal, mulai dari beras, jagung, sayuran hingga komoditas peternakan.

Egi mengatakan peluang pasar tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi dan kesiapan petani di tingkat desa.

“Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi peluang pasar bagi petani. Karena itu, HKTI bersama pemerintah dan kelompok masyarakat perlu memastikan petani memperoleh pendampingan, akses distribusi serta dukungan teknis agar peluang tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap ekonomi perdesaan,” katanya.

Sitandu Didorong Jadi Laboratorium Pertanian

Sementara itu, Kawasan Sitandu diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan pertanian terpadu di Banten.

Kawasan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi pertanian, pengujian varietas, pengelolaan sarana produksi pertanian, hingga kegiatan pelatihan bagi kelompok tani dan generasi muda yang bergerak di sektor pertanian.

Baca Juga :  KPK Apresiasi Komitmen Banten Hadirkan SPMB 2026 Tanpa Titipan

Koordinator Pusat Jagatani, Maslam Danuri, menyambut positif kepemimpinan baru HKTI Banten tersebut. Ia menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antarkelompok tani dan pemangku kepentingan pertanian.

Menurut Maslam, penguatan infrastruktur perdesaan yang diiringi dengan akses pasar dapat membantu meningkatkan produktivitas serta memberikan ruang lebih besar bagi petani lokal untuk berkembang.

“Jagatani melihat kepemimpinan baru ini sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Kami siap berkolaborasi dengan HKTI Banten dan berbagai pihak dalam mendukung agenda yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani,” ujar Maslam.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, HKTI, kelompok tani dan organisasi masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pertanian tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat perdesaan.

***

Bagikan Artikel Ini