Denpasar, katamedia.co.id – Kodam IX/Udayana menjadi lokasi pelaksanaan Latihan Penyusunan Rencana Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) Kotamaops TNI (Waskita Dharma) bagi Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LV Sesko TNI Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026 itu secara resmi dibuka oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Aula Supardi, Makodam IX/Udayana, Denpasar, Selasa (30/6/2026).
Latihan tersebut diikuti 41 Perwira Siswa yang terdiri atas 36 perwira TNI dan lima perwira Polri. Kegiatan ini menjadi wahana strategis untuk meningkatkan kemampuan para calon pemimpin dalam menyusun rencana tindakan kontinjensi yang komprehensif, adaptif, serta mampu menjawab dinamika ancaman yang terus berkembang.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Wadan Sesko TNI Mayjen TNI Teguh Pudji Rahardjo beserta Pejabat Utama Sesko TNI, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, dosen pendamping, perwira penuntun Sesko TNI, serta seluruh Perwira Siswa Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026.
Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi kepada Sesko TNI atas kepercayaan yang diberikan dengan menjadikan wilayah Kodam IX/Udayana sebagai lokasi penyelenggaraan latihan yang memiliki nilai strategis.
“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Kodam IX/Udayana untuk mendukung terselenggaranya latihan secara optimal demi tercapainya sasaran pendidikan dan pembentukan kualitas kepemimpinan para Perwira Siswa,” ungkap Pangdam.
Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan, latihan penyusunan Rentinkon merupakan tahapan penting dalam membentuk perwira yang profesional, adaptif, visioner, serta memiliki kemampuan berpikir strategis dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman yang terus berkembang.
Menurut Pangdam, wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur memiliki karakteristik kerawanan yang beragam, mulai dari ancaman bencana alam, potensi konflik sosial, gangguan keamanan di wilayah perbatasan RI–RDTL, ancaman terhadap VVIP dan instalasi VVIP, hingga ancaman tindak terorisme. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan dan penyusunan rencana kontinjensi yang matang.
“Melalui latihan ini, kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial para Perwira Siswa akan diuji sekaligus ditempa agar siap menghadapi kompleksitas ancaman modern yang semakin dinamis dan multidimensional,” tegas Pangdam.
Pangdam juga menekankan agar seluruh peserta memanfaatkan setiap tahapan latihan untuk meningkatkan kemampuan analisis, perencanaan, koordinasi, serta pengambilan keputusan strategis. Para Perwira Siswa didorong mengembangkan pola pikir yang kritis, kreatif, inovatif, dan komprehensif dalam menyusun Rencana Tindakan Kontinjensi sehingga mampu menghasilkan konsep operasi yang realistis, terukur, dan aplikatif.
Selain meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia TNI di bidang perencanaan operasi, latihan ini diharapkan mampu menghasilkan produk Rentinkon yang dapat diimplementasikan secara efektif dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat di lapangan.
Mengakhiri sambutannya, Pangdam IX/Udayana menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor dalam setiap penyusunan rencana kontinjensi.
“Dengan adanya latihan ini, saya berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara TNI, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa, sehingga kemampuan penanggulangan keadaan darurat dapat terlaksana secara terpadu, cepat, efektif, dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Pangdam.
(Pendam IX/udy)




