Panen Raya Udang di Kebumen, Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Stop Kebocoran Kekayaan Negara

3 Menit Baca

Jawa Tengah, katamedia.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menghentikan kebocoran kekayaan negara saat menghadiri kegiatan panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat kedaulatan pangan dan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa selama 19 bulan masa pemerintahannya sejumlah capaian strategis telah diraih, khususnya di sektor pangan nasional. Menurutnya, Indonesia kini telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama seperti beras dan jagung, sementara sektor protein hewani masih terus diperkuat.

“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan, mungkin 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Jampidum Setujui Rehabilitasi Tiga Kasus Penyalahgunaan Narkotika Lewat Restorative Justice

Presiden Prabowo menilai capaian tersebut menjadi hal penting di tengah kondisi global yang dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Karena itu, Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional, termasuk sektor pertahanan guna menjaga kekayaan negara.

“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” ucap Presiden.

Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Presiden juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Ia menegaskan bahwa sumber daya alam Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat dan tidak boleh terus-menerus dimanfaatkan pihak tertentu.

Baca Juga :  Tinawati Andra Soni Imbau Warga Sediakan APAR, Antisipasi Kebakaran Rumah Tangga

“Sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu atau negara-negara tertentu. Ini perintah Undang-Undang Dasar dan harus dilakukan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga menyinggung pidatonya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 20 Mei 2026 lalu. Dalam pidato tersebut, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan besar, namun masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya negara yang harus segera dihentikan.

“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad akan berusaha sekeras tenaga bersama seluruh pembantu saya untuk melakukan apa saja yang diperlukan demi menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Baca Juga :  TPA Jatiwaringin: Tenggat KLH Terlewat, Janji Investasi Rp2 Triliun Dipertanyakan

Menurut Presiden, seluruh langkah tersebut dilakukan agar kekayaan bangsa benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu.

“Kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya segelintir saja,” pungkas Presiden.

Presiden menegaskan bahwa kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, serta penghentian kebocoran kekayaan negara menjadi fondasi penting menuju Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera.

(BPMI SETPRES)

Bagikan Artikel Ini